Senin, 27 September 2010

Jakarta Senasib dengan Atlantis?

Atlantis, … sebuah kata yang menggiring perasaan mendalam tentang kemajuan peradaban umat manusia di masa lampau termasuk peristiwa kebinasaannya dalam waktu sekejap sehingga membangkitkan misteri di benak kita semua. Apakah Atlantis benar-benar ada? Ataukah hanya rekaan Plato saja?

Dalam karyanya yang berjudul Timaeus dan Critias, Plato (filosof terbesar Yunani Kuno) menegaskan akan keberadaan Atlatis sebagai negeri tropis yang berlimpah mineral dan kekayaan hayati. Penduduk yang mendiami Atlantis dipercaya sebagai komunitas beradab dan berbudaya serta hidup dalam kemewahan hikmat yang tiada terperi. Namun segala kemegahan Atlantis itu lenyap, tersapu bencana air bah mahabesar dalam waktu semalam saja.

Beberapa kalangan berpendapat bahwa Atlantis lenyap oleh karena banjir besar yang terjadi di zaman Nuh. Namun ada pula yang menyamakan Atlantis dengan kerajaan Sri Krisnha yang bernama Dwaraka. Apabila Anda penggemar Mahabarata, tentu Anda tidak akan asing dengan kisah lenyapnya Dwaraka. Kerajaan avatar Wisnu itu binasa oleh terjangan ombak laut (tsunami?) dalam waktu semalam. Mirip-mirip dengan kisah Atlantis, bukan?

Pertanyaannya, di manakah letak Altantis? Apakah di Laut Tengah, dekat Yunani tempat Plato berasal? Apa hubungannya dengan pilar-pilar Hercules yang ditulis oleh Plato dalam karya fenomenalnya tersebut? Atau jangan-jangan Atlantis hanya lokasi imajiner, fiktif dan tak pernah ada?

Seorang geolog dan fisikawan nuklir Brazil bernama Prof. Arysio Nunes dos Santos punya pendapat lain. Dalam bukunya yang berjudul Atlantis The Lost Continent Finally Found, dengan percaya diri Prof. Santos mengatakan bahwa Atlantis terletak di Indonesia. Ia memaparkan segala bukti yang mendukung teori bahwa Atlantis benar-benar ada. Wilayah itu merupakan kawasan tropis pada zaman es Pleistosen, berlimpah sumber daya alam, seperti timah, tembaga, seng, perak, emas, berbagai macam buah-buahan, padi, rempah-rempah, gajah raksasa, hutan dengan berbagai jenis pohon, sungai, danau, dan saluran irigasi.

Lenyapnya peradaban Atlantis menurut Prof. Santos disebabkan terjadinya letusan super vulkanik Gunung Krakatau sehingga memicu terjadinya tsunami setinggi ratusan meter. Bencana itu membuat terpisahnya Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan serta berujung pada lenyapnya Atlantis untuk selamanya. Bagi saya, teori ini agak otak atik gathuk karena dalam bukunya setebal 675 halaman tersebut, Prof. Santos menyamakan pilar-pilar Hercules dengan Gunung Krakatau dan Gunung Dempo.

Atlantis memang telah tenggelam. Tidak penting apakah peradaban itu pernah ada atau tidak. Yang jelas fenomena tersebut tengah menjangkiti ibu kota negara kita, Jakarta. Jakarta memang tidak tenggelam dalam waktu semalam. Tapi menurunnya permukaan tanah Jakarta diyakini telah berlangsung secara pasti tahun demi tahun.

Penurunan permukaan tanah secara signifikan di Jakarta semakin luas. Kondisi tersebut terjadi akibat kian intensifnya pembangunan fisik yang disertai penyedotan air tanah secara tidak terkendali. Naiknya permukaan laut sebagai dampak pemanasan global menyebabkan wilayah Jakarta yang terendam rob atau genangan saat air laut pasang kian luas.

Data Dinas Pengembangan DKI Jakarta bahkan lebih mengerikan. Pada periode tahun 1982 hingga 1997 terjadi amblesan tanah di kawasan pusat Jakarta yang mencapai 60 cm hingga 80 cm. Karena merata, amblesan ini menjadi tidak terasa. Bila penurunan ini terus berlanjut, "tenggelamnya" Jakarta sudah di depan mata.

Akankah Jakarta bernasib sama dengan Atlantis?

Kamis, 23 September 2010

Menjelang Akhir Pekan ....

Biasanya akhir pekan adalah saat-saat yang paling ditunggu oleh banyak orang, termasuk saya sebagai seorang pekerja professional. It would be the great time fo releasing our burden. Bisa kumpul dengan keluarga, melewatkan waktu bersama dengan orang yang dikasihi, atau pun hang out bareng bersama teman merupakan momen-momen berharga yang sayang untuk dilewatkan di akhir pekan.

Bagi pecinta bola, akhir pekan bisa berarti surga untuk memanjakan hasrat mereka. Beberapa paket siaran langsung sepak bola di stasiun-stasiun televisi swasta nasional menjadi pilihan wajib yang haram hukumnya untuk tidak ditonton. Bagi saya sebagai seorang Liverpuldian, Sabtu ini merupakan waktu yang tepat bagi The Big Reds untuk bangkit dari keterpurukan. Akhir pekan ini mereka akan menjamu Sunderland di Anfield Road.

Namun di bagian lain di Republik ini, akhir pekan bisa menjadi momen yang sangat menegangkan. Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ciketing kembali akan beribadah di bawah bayang-bayang ancaman tindakan kekerasan. Minggu lalu saja mereka terpaksa dievakuasi oleh pihak keamanan saat hendak beribadah. Heran…beribadah kok dilarang, ya? Padahal semua syarat dan ketentuan pendirian rumah ibadah sudah dipenuhi.

Tak banyak orang yang tahu bahwa kejadian yang lebih mengenaskan juga terjadi di Bogor menimpa jemaat GKI Taman Yasmin. Semenjak 11 April yang lalu mereka harus beribadah di trotoar meskipun pendirian bangunan gereja mereka sudah memenuhi semua ketentuan. Keputusan pengadilan yang sudah memenangkan jemaat GKI seolah tidak ada artinya bila diperhadapkan dengan tekanan masa fanatik yang menolak keberadaan bangunan gereja mereka.

Perilaku kekerasan terorganisir dan berselimut dalil-dalil agama yang dilakukan oleh organisasi masyarakat terhadap kelompok minoritas memang sudah meresahkan. Hal ini menjadi tantangan yang harus diselesaikan oleh semua elemen bangsa.
Takutkah kita sebagai orang Kristen untuk tetap beribadah kepada Yesus Kristus, Raja Alam Semesta….? The show must go on ….

KUMASUKI GERBANGNYA DENGAN HATI BERSYUKUR
HALAMANNYA DENGAN PUJIAN
KATAKU HARI INI HARINYA TUHAN
KUBERSUKA SBAB DI GIRANGKANKU
DIA GIRANGKANKU O….DIA GIRANGKANKU
KUBERSUKA SBAB DIA GIRANGKANKU

Rabu, 22 September 2010

Arifin Panigoro Cari Perkara?

Bukan rahasia lagi bahwa mayoritas tim peserta Indonesian Super League (ISL) menggunakan pasokan dana APBD sebagai biaya operasional. Setahu saya, cuma Arema Indonesia dan Bontang FC saja yang pendanaannya benar-benar independen. Sisanya mengemis pada APBD. Anggaran belanja yang seharusnya dipakai semaksimal mungkin untuk mensejahterakan rakyat ternyata dipakai jor-joran untuk ngurusi sepak bola.

Tim-tim peserta ISL memang membawa kebanggaan daerah. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan utama bagi daerah yang bersangkutan untuk mendukung kesebelasannya secara all out. Dana milyaran rupiah digelontorkan untuk membentuk tim yang hebat. Sayangnya, banyak tim yang menempuh jalan instant. Daripada melakukan pembinaan terhadap pemain usia muda, mereka lebih condong untuk mendatangkan pemain jadi dari daerah maupun negara lain.

Dinamika dan komposisi pemain dalam sebuah tim sering kali juga ditentukan oleh orang yang bergerak di balik layar. Bukan pelatih ataupun manajer tim, melainkan kepala daerah.
Jika gubernur/bupati/walikotanya seorang yang benar-benar gila bola, maka majulah tim tersebut. Tapi bila sang penguasa daerah lengser ataupun sibuk ngurusi pilkada, maka dapat dipastikan tim yang bersangkutan akan mengalami kemunduran prestasi. Kesimpulannya, jika ingin memiliki tim sepakbola kuat dengan dana melimpah, pastikan memiliki backing penguasa yang yang kuat juga.

Nggak percaya? Ada banyak contohnya. Kita bahas salah satu saja, ya …

Persebaya adalah salah satu tim legendaris Indonesia. Di pertengahan era 90-an, tim ini pernah menjadi tim super di percaturan sepak bola nasional. Pemain-pemain tebaik nasional nan mahal didatangkan. Demikian pula dengan para pemain asingnya. Nilai kontrak dan gaji pemain pun meroket tajam. Tapi hal tersebut tidak jadi masalah karena ada tokoh elit gila bola di balik proyek tersebut: Walikota Sunarto Sumoprawiro. Pendek kata, Surabaya boleh banjir, tapi Persebaya harus berjaya!

Pengganti Cak Narto kebetulan adalah tokoh yang kurang suka dengan sepak bola. Background Bambang D.H. adalah seorang pendidik. Beliau lebih concern ngurusi Surabaya secara menyeluruh daripada hanya Persebaya. Hasilnya kemudian jelas. Persebaya akhirnya terjerembab ke kasta bawah. Malah kabarnya, kontrak pemain musim kompetisi tahun ini masih belum lunas 25%. Duh …

Wacana penyelenggaran Liga Primer Indonesia yang digagas oleh pengusaha Arifin Panigoro memang kontroversial. Bayangkan saja. Seluruh peserta dari kompetisi tersebut akan mendapat pasokan dana sebesar 20 – 30 milyar dari pihak penyelenggara. Jika hal ini dapat terealisasi tentu saja akan dapat memangkas ketergantungan tim peserta pada dana APBD.

Tentu saja ide yang yang digulirkan Bos Medco tersebut mendapatkan resistensi, terutama dari PSSI. Para pengurus PSSI seperti kebakaran jenggot. Menurut mereka mustahil untuk memasok dana sedemikian besar kepada setiap tim. Lagi pula membuat liga tandingan bukan solusi untuk memacu prestasi sepak bola nasional melainkan hanya menyebabkan perpecahan saja. Namun bola panas sudah digulirkan. Kabarnya suda hada 18 tim yang menyatakan kesediaanya untuk mengikuti kompetisi format baru tersebut.

Kita semua tidak tahu maksud Arifin Panigoro memunculkan ide pelaksanaan Liga Primer Indonesia. Apakah dia tulus? Atau apakah ia punya ambisi menggantikan posisi Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI? Yang jelas seorang Nurdin Halid sudah memimpin PSSI selama 7 tahun tanpa ada prestasi secuil pun diraih oleh timnas Indonesia. Keterpurukan, skandal pengaturan skor, dan kekerasan di lapangan antar pemain dan suporter seolah sudah menjadi menĂº makanan sehari-hari. Lagi pula Nurdin juga mantan narapidana. Secara etika, seharusnya ia malu untuk tetap memimpin PSSI.

Rencana Arifin Panigoro memang menarik untuk disimak. Kita tunggu saja …

Teknik-Teknik Membuat Karya Tulis yang Efektif

Tidak ada yang menangkal bahwa menulis adalah sesuatu yang penting, sebab tulisan dapat mengungkapkan pesan menulis, dan mengekspose pikiran-pikiran serta gagasan-gagasannya. Keterampilan menulis mutlak diperlukan untuk menulis khotbah, diktat, rekomendasi, bulletin, pamflet, koran, dan majalah.

Keterampilan Menulis
Tidak sedikit orang yang enggan menulis dengan dalih kesulitan, atau menganggap bahwa menulis adalah hobi dan bakat yang tidak dimiliki oleh setiap orang. Seorang penulis terkemuka berkata, “Jika ada penulis besar mengatakan bahwa menulis adalah bakat, maka penulis yang lain mengatakan bahwa faktor bakat sesungguhnya hanya berperan 10% bagi keterampilan menulis. Sedangkan 90% lainnya merupakan hasil dari latihan menulis yang dilakukan dengan tekun dan tidak mengenal lelah.”

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang penulis.
1. Penulis yang takut akan Tuhan dan menghargai dirinya, tidak sepatutnya mencuri hasil karya orang lain dan mengklaimnya sebagai hasil karyanya sendiri.
2. Tujuan menguasai keterampilan menulis ini bukan semata-mata untuk mencari popularitas dan pujian orang.
3. Bahasa yang digunakan dalam karya tulis adalah bahasa yang jelas, ringkas, dimengerti oleh pembaca dan fokus.
4. .Jangan berusaha menulis untuk memikirkan hasil yang terbaik pada karya tulis yang pertama, karena tujuan utama Anda adalah menuangkan gagasan dan pendapat Anda diatas kertas tanpa harus memedulikan kesalahan-kesalahan yang mungkin Anda lakukan.

Tujuan Menulis
Tujuan seorang membuat karya tulis adalah membuat inovasi baru, melengkapi sesuatu yang kurang, menjelaskan seuatu yang rumit, meringkas sesuatu yang panjang tanpa mengurangi intisarinya, menghimpun sesuatu yang berserakan, dan mengoreksi kesalahan penulis. Ketentuan ini untuk karya tulis dalam bentuk penelitian dan buku. Menulis artikel bertujuan untuk memaparkan kebajikan, mengingatkan orang yang lupa, mengambil kasus-kasus di masyarakat, memperkenalkan produk, dan lain-lain.

Kaidah-Kaidah Tulisan yang Efektif
Karya tulis yang efektif harus berdasar pada kaidah-kaidah sehingga tampil dalam format yang efektif. Kaidah-kaidah itu antara lain:
1. Lengkap
Teks yang ditulis memuat berbagai macam dan banyak informasi, fakta atau dalil syar’I yang diperlukan untuk mengantisipasi reaksi pembaca.
2. Simpel
Kesuksesan penyampaian pesan terletak pada pemilihan jalan terpendek yang untuk bisa mencapai tujuan. Simpel disini maksudnya adalah suatu format antara singkat dan panjang. Jika suatu format terlalu singkat, maka akan terasa kurang, sedangkan jika terlalu panjang, maka akan menjemukan. Sebaiknya, penulis selalu konsisten pada hal-hal dibawah ini: a. Menghilangkan kalimat-kalimat yang tidak penting. b. Menghilangkan kalimat-kalimat yang terulang-terulang. c. Menghindarkan pembahasan yang melebar. d. Menghindari kalimat yang didramatisasi secara berlebihan. e. Menghindari kalimat yang samara tau sulit dipahami. f. Menghindari pengantar atau pendahuluan yang terlalu panjang.
3. Akurat
Akurat dalam arti, tulisan itu konkrit dan tidak berputar-putar pada kata-kata atau topik-topik yang umum. Ciri-ciri tulisan yang akurat yaitu: a. Ada penjelasan tentang istilah-istilah dan paham-paham. b. Akurat dalam menerjemahkan kutipan dari bahasa asing. c. Akurat dalam menyebut nama. d. Akurat dalam menyebut tanggal dan angka. e. Membedakan dengan jelas antara kalimat kutipan dengan kalimat penulis dengan mencantumkan tanda petik. f. Akurat dalam mengutip ayat, menyebutkan sumber hadits, dan pemilik suatu pendapat secara tepat.
4. Objektif
Penulis harus membedakan antara pendapat dan fakta, netral dan tidak memihak kecuali pada kebenaran yang didasarkan pada dalil-dalil syar’I yang otentik. Contoh-contoh tindakan yang tidak objektif: a. Memberikan predikat kepada orang lan dengan predikat-predikat yang negatif yang tidak sesuai dengan realitanya. b. Mengabaikan peristiwa-peristiwa yang penting atau keberhasilan-keberhasilan positif karena pelaku dan pemiliknya adalah orang yang tidak disukai. c. Menyajikan opini sebagai fakta. d. Menyebutkan sisi positif tanpa menyebutkan sisi negatifnya, dan sebaliknya. e. Menampilkan aktivitas tertentu secara berulang-ulang sebagai sarana promosi.
5. Jelas
Jelas di sini ada dua macam, yakni jelas redaksional dan jelas isinya. a. Jelas redaksional, artinya susunan bahasanya sederhana dan tidak berbelit-belit. Hal-hal yang dapat membantu kejelasan redaksional: - Konsisten terhadap kaidah gramatika (tata bahasa). - Konsisten terhadap kaidah penulisan huruf. - Konsisten terhadap kaidah penggunaan tanda baca. b. Kejelasan isi, maksudnya adalah sebuah topik tidak mungkin dijelaskan dengan baik, kecuali apabila topik tersebut sudak dipahami dengan baik dan benar, sebab orang yang tidak memahami suatu masalah tidak mungkin bisa mengungkapkannya dengan jelas dan benar Kejelasan karya tulis ditentukan oleh hal-hal berikut ini: a. Kosakata - Menghindari penggunaan kosakata yang memiliki lebih dari satu makna (homonim). - Menghindari kosakata yang sulit. - Menghindari kosakata yang asing bagi pembaca. - Menghindari penggunaan kosakata yang memiliki kesamaan makan secara berlebihan. - Boleh menggunakan kosakata yang popular seperti strategi, demokrasi, dll. b. benar menurut kaidah tata bahasa. - Tidak mengulangi kata kecuali terpaksa. - Kata-kata yang ada dalam satu kalimat harus saling terkait secara harmonis. - Simpel tapi lengkap. - Menggunakan susunan kalimat aktif dan bukan pasif, sebab ungkapan langsung lebih baik daripada ungkapan tidak langsung. - Sebaiknya, setiap kalimat hanya memuat satu gagasan saja secara lengkap. c. Paragraf Kumpulan dari kalimat membentuk paragraf. Kumpulan paragraf akan membentuk artikel atau topk. Untuk Membuat paragraf yang jelas, diperlukan rambu-rambu berikut ini: - Gaya bahasa yang benar, menurut tata bahasa dan gaya bahasa yang harus sesuai dengan karakter materi yang dipilih, terutama jika topiknya adalah disiplin ilmu yang spesifik. - Panjang paragraf harus disesuaikan dengan panjang topik. - Pembaca merasa ada informasi baru pada tiap paragraph. - Tidak mengulangi pesan yang sama pada paragraph-paragraf yang berdekatan. - Tidak ada kontradiksi antara satu paragraph dengan paragraF yang lain. - Tidak berlebihan dalam menggunakan gaya bahasa sastra. - Membuat perumpamaan, menyebutkan kejadian, dan kisah-kisah yang relevan.
6. Relevan
Maksudnya, topik yang kita angkat harus relevan dengan kepentingan pembaca.

Selasa, 21 September 2010

Naluri Alamiah


Ada seorang India yang melihat seekor kalajengking mengambang berputar-putar di air. Ia memutuskan untuk menolong kalajengking itu keluar dengan mengulurkan jarinya, tetapi kalajengking itu menyengatnya. Orang itu masih tetap berusaha mengeluarkan kalajengking itu keluar dari air, tetapi binatang itu lagi-lagi menyengat dia.
Seorang pejalan kaki yang melihat kejadian itu mendekat dan melarang orang India itu menyelamatkan kalajengking yang terus saja menyengat orang yang mencoba menyelamatkannya. Tetapi orang India itu berkata, "Secara alamiah kalajengking itu menyengat. Secara alamiah saya ini mengasihi. Mengapa saya harus melepaskan naluri alamiah saya untuk mengasihi gara-gara kalajengking itu secara alamiah menyengat saya?"
Jangan berhenti mengasihi,
Jangan menghentikan kebaikan anda, Bahkan meskipun ketika orang-orang lain menyengat anda.(*)

Senin, 20 September 2010

Start Up Your Day ...!

Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari dimulai dari diri Anda sendiri. Kita tahu bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan.

Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan kecerahan suasana adalah modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup kita.

Berikut beberapa tips ringan agar Anda bisa memulai hari dengan cerah.

1. Mulailah dari malam hari
Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Bila Anda masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok untuk menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah sebaik-baiknya.

2. Bangun pagi lebih pagi

Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai dalam diri Anda

3. Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa
Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja suasana pagi yang damai ini. Berdoa, sampaikan syukur atas hidup yang masih diberikan pada kita dan bersaat teduh.

4. Segarkan tubuh
Minum air. Hirup aroma teh atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semesta hari ini.

5. Dapatkan sarapan secukupnya
Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran tubuh anda sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan energi dan gizi.

6. Sapalah orang-orang yang Anda jumpai

Tebarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung menggelayutt, sapalah orang-orang yang anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan terkejut jika mereka pun akan membalas senyum Anda.

7. Jangan mengeluh
Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya. In everything, give thanks.

Selamat bekerja serta selamat bercerah hari ....

Manusia Setengah Dewa

Saya itu tidak pernah suka basket. Namun ada satu pemain bola basket yang membuat saya terperangah. Orang itu mampu “memaksa” saya untuk mengatakan bahwa olahraga basket sungguh menarik dan enak ditonton. Dia adalah Michael Jordan.

Setiap cabang olahraga pasti mempunyai tokoh icon. Sepakbola selalu identik dengan Pele dan Maradona. Golf mempunyai Tiger Word. Bulu Tangkis ada Rudy Hartono. Motor GP ada Valentino Rossi. Tinju punya Cassius Clay atau Muhammad Ali. Untuk bola basket, saya bisa mengatakan bahwa Michael Jordan adalah sang legenda.

Michael Jordan adalah pribadi yang sangat unik. Meskipun postur tubuhnya tidak terlalu tinggi dan kekar sebagaimana lazimnya para jagoan NBA, kemampuannya di lapangan sudah tidak lagi diragukan. Berbagai atraksi menarik disuguhkan saat bertanding. Ia bahkan disebut-sebut bukan lagi sebagai seorang atlet, melainkan sudah menjadi aktor film yang mengundang decak kagum penontonnya.

Dunia basket sempat terhenyak ketika pada tahun 1993 secara mendadak Michael Jordan mengundurkan diri dari cabang olahraga yang sudah membesarkan namanya itu. Padahal saat itu ia sedang berada di puncak karirnya. Banyak orang merasa kehilangan. Bagi saya sendiri, basket seperti kehilangan daya magisnya. "Saya mundur karena sudah tidak mempunyai motivasi lagi,” begitu kata Jordan waktu itu.

Michael Jordan tengah merasakan kehampaan. Semuanya sudah ia raih. Gelar NBA, medali emas Olimpiade Barcelona, ketenaran, kekayaan, …. Mau apa lagi? Ia merasa bahwa sudah tidak perlu membuktikan apa-apa lagi kepada siapa pun. Selanjutnya, Michael Jordan dikabarkan menekuni cabang olahraga baseball. Sayang, ia tidak meraih kesuksesan di sana.

Banyak komentar yang meminta Michael Jordan untuk kembali ke dunia basket. Tokh usianya dirasa belum terlalu tua untuk kembali berlaga di NBA. Dan, hal itu akhirnya diwujudkan oleh Michael dengan bergabung lagi ke tim Chicago Bulls pada tahun 1995. "Saya mundur karena merasa sudah tak ada tantangan lagi. Dan saya kembali lagi karena saya merasa kini ada tantangan baru," sebut Jordan dalam sebuah wawancara. Banyak orang berpendapat bahwa tantangan baru yang dimaksud adalah munculnya seorang bintang basket baru dari LA Lakers. Ia dalah Kobe Bryant.

Sosok Jordan memang fenomenal. Jika beberapa orang merasa kurang nyaman saat bertemu dengan halangan dan rintangan, ia justru mencarinya. Hal tersebut juga ditunjukkan ketika masa awal kuliah. Karena tak punya tinggi badan yang memadai untuk masuk tim utama, dirinya sempat disingkirkan. Namun, bukannya merasa putus asa, ia terus berlatih sendiri hingga tinggi badannya mencukupi. Meski masih dianggap kurang ideal, ia mampu mencetak skor meyakinkan sehingga akhirnya jadi pilihan utama. "Saya dapat menerima kegagalan, tapi saya tidak dapat menerima jika saya belum mencoba," sebut Jordan mengungkap rahasia suksesnya.

Kini, nama Jordan sangat lekat sebagai ikon NBA. Tak urung, legenda basket lain seperti Larry Bird pun hingga sampai mengomentari, "Dewa menyamar sebagai Michael Jordan." Prestasi fenomenalnya membuat ia sering diundang untuk menyemangati banyak orang dalam berbagai bidang. "Saya sudah lebih dari 9000 kali gagal melakukan tembakan. Saya sudah hampir 300 kali kalah dalam pertandingan. Setidaknya, 26 kali saya dipercaya untuk menjadi algojo penentu kemenangan dan saya gagal. Saya gagal terus dan terus dalam hidup saya. Dan, justru karena itulah saya sukses," sebut Jordan dalam beberapa kali pidatonya.

Prestasi fenomenal Michael Jordan tak diperoleh dalam sekali dua kali latihan. Ia juga sering gagal dalam kariernya. Namun, justru itulah yang menjadikan dia legenda hingga saat ini. Karena, ia tak pernah menyerah pada keterbatasan. Dan bahkan, ia mampu mengubahnya menjadi sebuah kekuatan. Keyakinan, kerja keras, dan ketekunan adalah contoh nyata dari seorang Michael Jordan yang patut kita contoh untuk mencapai sukses sebenarnya.

Michael Jordan bukanlah manusia setengah dewa. Ia juga bukan makhluk surgawi yang tiba-tiba jatuh dari langit. Ia hanya manusia biasa yang mau bekerja keras.

Note:
Setelah Michael Jordan benar-benar pensiun, saya kembali tidak menyukai bola basket. Bagi saya hanya ada satu Michael Jordan, tidak ada yang lain …